- 1.2
Model
Prototype
Prototype adalah sebuah Javascript Framework yang dibuat untuk lebih
memudahkan proses dalam membangun aplikasi berbasis web. Paradigma dari metode
prototyping adalah sistem informasi yang menggambarkan hal-hal penting dari
sistem informasi yang akan datang. Prototipe sistem informasi bukanlah
merupakan sesuatu yang lengkap, tetapi sesuatu yang harus dimodifikasi kembali,
dikembangkan, ditambahkan atau digabungkan dengan sistem informasi yang lain
bila perlu.
Kunci agar model prototype ini berhasil dengan baik
adalah dengan mendefinisikan aturan-aturan main pada saat awal, yaitu pelanggan
dan pengembang harus setuju bahwa prototype dibangun untuk mendefinisikan
kebutuhan. Prototype akan dihilangkan sebagian atau seluruhnya dan perangkat
lunak aktual aktual direkayasa dengan kualitas dan implementasi yang sudah
ditentukan
Tahapan-tahapan Prototyping :
1. Pengumpulan kebutuhan
Pelanggan dan pengembang bersama-sama mendefinisikan format seluruh
perangkat lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem
yang akan dibuat.
2. Membangun prototyping
Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang berfokus
pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan format
output)
3. Evaluasi prototyping
Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan apakah prototyping yang sudah
dibangun sudah sesuai dengan keinginann pelanggan. Jika sudah sesuai maka
langkah 4 akan diambil. Jika tidak prototyping direvisi dengan mengulangu
langkah 1, 2 , dan 3.
4. Mengkodekan sistem
Dalam tahap ini prototyping yang sudah di sepakati diterjemahkan ke dalam
bahasa pemrograman yang sesuai
5. Menguji sistem
Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai, harus
dites dahulu sebelum digunakan. Pengujian ini dilakukan dengan White Box, Black
Box, Basis Path, pengujian arsitektur dan lain-lain
6. Evaluasi Sistem
Pelanggan mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai dengan
yang diharapkan . Jika ya, langkah 7 dilakukan; jika tidak, ulangi langkah 4
dan 5.
7. Menggunakan sistem
Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk
digunakan.
Jenis-jenis Prototyping
- Feasibility prototyping –
digunakan untuk menguji kelayakan dari teknologi yang akan digunakan untuk
system informasi yang akan disusun.
- Requirement prototyping –
digunakan untuk mengetahui kebutuhan aktivitas bisnis user.
- Desain Prototyping -
digunakan untuk mendorong perancangan system informasi yang akan
digunakan.
- Implementation prototyping –
merupakan lanjytan dari rancangan protipe, prototype ini langsung disusun
sebagai suatu system informasi yang akan digunakan.
Keunggulan dan Kelemahan Prototyping
Keunggulan
Prototyping :
- End user dapat
berpartisipasi aktif
- Penentuan kebutuhan lebih
mudah diwujudkan
- Mempersingkat waktu
pengembangan SI
- Adanya komunikasi yang baik
antara pengembang dan pelanggan
- Pengembang dapat bekerja
lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan
- Pelanggan berperan aktif
dalam pengembangan sistem
- Lebih menghemat waktu dalam
pengembangan sistem
- Penerapan menjadi lebih
mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya.
Kelemahan
Prototyping :
- Proses analisis dan
perancangan terlalu singkat
- Mengesampingkan alternatif
pemecahan masalah
- Bisanya kurang fleksible
dalam mengahadapi perubahan
- Prototype yang dihasilkan
tidak selamanya mudah dirubah
- Prototype terlalu cepat selesai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar